Sebab persoalan sesungguhnya bukan apakah Maluku mampu membuat sopi menjadi produk industri.
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: Apakah Maluku mampu membuat pohon enau menjadi sumber kesejahteraan baru bagi petaninya?
Jika jawabannya iya, maka kita harus berhenti berpikir bahwa satu-satunya jalan dari pohon enau adalah menuju botol sopi.
Sudah waktunya melihat pohon enau secara utuh—sebagai sumber pangan, sumber ekonomi, sumber industri dan sumber kehidupan masyarakat desa.
Hilirisasi yang baik bukan hanya membuat produk menjadi legal dan bernilai jual. Hilirisasi yang baik adalah ketika petani ikut menikmati nilai tambah yang diciptakannya.
Dan dari seluruh pilihan itu, gula semut layak ditempatkan sebagai salah satu agenda strategis yang perlu segera diuji, dikembangkan dan dibuktikan secara serius di Maluku.
Bukan sekadar menjual nira. Bukan sekadar membuat sopi. Tetapi membangun ekosistem ekonomi enau yang membuat petani menjadi pemilik masa depan komoditasnya sendiri. (**)










