Janji

oleh -59 views

Waktu hari ini kurasa sangat panjang. Apa aku yang merasa ingin sekali waktu berjalan. Apa ini yang ingin menghambat penasaranku.
Arlojiku menunjukan pukul 1 siang. Aku bergegas menuju tempat biasa. Disana aku mencari orang yang terlihat mencurigakan. Tetapi tidak ada. Aku memutuskan untuk memilih tempak duduk dahulu. Aku menengok ke kanan ke kiri tetapi tidak ada yang mencurigakan.

Tidak lama kemudian ada seorang laki laki yang mendekatiku.
“Bolehkah saya duduk disini?” Tanya laki laki tersebut
“Iya silahkan” Jawabku tersenyum
“Bukankah Anda yang kemarin memberi saya sebuah surat?” Tanyaku kepada laki laki itu
“Iya itu emang saya” Jawabnya santai
Aku pun terdiam setelah mendengar jawaban laki laki tersebut.

Baca Juga  FORMAPAS Malut Desak ESDM Cabut IUP PT TID dan PT BPN Usai Keracunan Massal Pekerja

“Apakah kamu tidak menganal saya?” Tanyanya kembali
Aku kaget dengan pertanyaannya yang memangilku dengan “kamu”.
“Tidak” Jawabku singkat
“Kamu percaya tidak kalau aku ini Farel?”
Pertanyaan itu membuatku membeku. Lidahku terasa kaku, tubuhku membeku. Aku hanya bisa menghadap lurus ke depan tanpa bisa menggerakkan tubuhku.

Apakah benar pria yang meninggalkan lara yang membuat aku tidak bisa melupakannya sedang beradu tatap denganku saat ini?
Apakah itu benar?

“Iya benar ini aku Farel, apakah kamu tidak percaya?” Jelasnya meyakinkanku
Aku tidak bisa menjawab apa yang diucapkannya. Lidahku sangat sulit untuk digerakkan.
“Maaf jika aku telah membuatmu sakit selama ini. Aku tega meninggalkanmu saat itu. Aku minta maaf.” Jelasnya