Seperti di wilayah Subaim hingga Maba, tambang nikel terus menggerogoti tubuh pulau. Di saat yang sama, ekspansi tambang nikel PT Priven Lestari juga mengancam kelestarian pegunungan Wato-wato.
Padahal, pegunungan ini sesungguhnya menjadi sumber utama air bersih warga di wilayah Buli hingga Subaim.
“Mustahil jika kita hanya mengharapkan bupati maupun gubernur baru. Alih-alih berada di garis depan menyelamatkan ruang hidup tersisa, justru yang terjadi mereka hanyalah operator istana yang mempercepat proses daya rusak,” ucap Said Marsaoly, Juru Bicara Aliansi Masyarakat Buli Peduli Wato-Wato (AMBPW).
Menurutnya, kebutuhan utama yang berkaitan dengan air untuk rumah tangga makin rentan terpapar pencemaran yang mengancam kesehatan warga. “Kondisi ini tentu saja tidak bisa dibiarkan,” ujarnya. (red/cermat)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News











