Jejak Binongko di Ambon: Diaspora Buton di Maluku

oleh -464 views

“Etos itu tidak hanya terlihat pada eksistensi Kesultanan Buton yang bercorak bahari, tetapi juga pada keberlanjutan pelayaran dan penyebaran masyarakatnya ke berbagai penjuru Nusantara.”

Menurut Zuhdi, orang Buton adalah salah satu dari enam suku bahari Indonesia, bersama Bugis, Makassar, Mandar, Madura, dan Bajau, yang berperan penting dalam proses integrasi bangsa lewat budaya laut. Buton bukan sekadar pulau, tetapi peradaban maritim yang tumbuh dari laut dan menyatu dengan gelombang perantauan.

Sejak disebut dalam Negarakertagama abad ke-14, Buton telah menjadi simpul dalam jaringan maritim Nusantara, jembatan antara barat dan timur, utara dan selatan. Orang-orangnya menyebar bukan karena terdesak, tetapi karena terpanggil oleh laut yang membuka cakrawala.

Baca Juga  IWIP Award ke-4 Semarakkan May Day di Halmahera Tengah

“Melalui aktivitas pelayaran, orang Buton tidak hanya mencari kehidupan, tetapi juga membangun jembatan budaya dan ekonomi antarwilayah,” kata Zuhdi. “Mereka inilah manusia laut yang mengikat kepulauan Indonesia menjadi satu.”

Maka kisah diaspora Buton di Maluku bukan sekadar kisah migrasi, melainkan kisah tentang manusia laut yang menjahit kepulauan Indonesia dengan layar dan kepercayaan.

Di Lateri, denting martil yang berpadu dengan debur ombak itu seolah masih berkata: selama laut tetap bergelombang, selama besi masih bisa ditempa, orang Buton akan terus hidup, menjaga jejaknya di antara arus sejarah Nusantara. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.