Dinilai Cederai Upaya Pemda
Akibat pengurangan tersebut, agen pangkalan mengaku mengalami kerugian besar dan kesulitan memenuhi kebutuhan warga penerima minyak tanah bersubsidi.
“Lalu satu ton yang sudah kami bayar itu dikemanakan?” tanyanya.
Ia menilai, tindakan tersebut tidak hanya merugikan pangkalan, tetapi juga mencederai upaya pemerintah daerah yang tengah berjuang menambah kuota minyak tanah demi mengatasi kelangkaan di Haltim.
Menurutnya, langkah yang diduga dilakukan oknum pejabat itu berpotensi menimbulkan mosi tidak percaya masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Ini mencederai niat baik pak bupati yang selama ini berkoordinasi untuk penambahan kuota minyak tanah. Yang terjadi justru rakyat jadi tidak percaya lagi,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kadis Perindakop Haltim maupun pihak PT Mitan Gas Prima terkait dugaan pemangkasan kuota tersebut. (Nahrawi Hi. Taha)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









