Kejari Ternate Pastikan Terus Dalami Proyek Menara Masjid Almunawwar

oleh -23 views
Link Banner

Porostimur.com, Ternate – Kejaksaan Negeri Ternate memastikan akan terus mendalami kasus proyek mangkrak pembangunan dua menara Masjid Almunawwar Ternate, Maluku Utara.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Ternate, Abdullah, mengatakan dalam perkembangan penyelidikan kasus ini sudah tujuh orang yang diambil keterangannya oleh jaksa.

“Sudah tujuh orang, baik dari kontraktor, PPK, PPATK, Konsultan Pengawas, Bagian Keuangan, itu semua telah dimintai keterangan,” jelas Abdullah seperti dikutip dari tandaseru.com, Rabu (12/1/2022).

Abdullah menjelaskan, dalam penyelidikannya jaksa masih akan mencari tambahan saksi maupun dokumen-dokumen terkait proyek dua menara masjid kebanggaan warga Kota Ternate ini.

“Karena ini sudah barang (proyek) lama, dokumennya sudah berpindah. Dulu masih di kantor Ternate pindah di Sofifi, baik dokumen kontrak maupun keuangan itu masih kita perdalam. Kita akan terus lakukan penyelidikan. Yah mudah-mudahan menaranya bisa berdiri,” pungkasnya.

Baca Juga  Wakil Bupati Kepulauan Sula Jadi Inspektur Upacara Penurunan Bendera

Untuk diketahui, proyek pembangunan dua menara Masjid Al Munawwar hingga kini tak jalan alias mangkrak. Padahal, sejak 2016 lalu tiang pancang untuk pondasi dua menara masjid di atas laut ini telah dilakukan pengadaan.

Akibatnya, tiang pancang beton sebanyak 96 buah itu dibiarkan menumpuk begitu saja di samping halaman masjid.

Kondisi ini pun pernah dikeluhkan Ketua Yayasan Al Munawwar, H. Muchsin Saleh Abubakar.

Disitat dari tandaseru.com, beberapa waktu lalu mengaku menaruh dugaan ada yang tidak beres dengan proyek dua menara masjid yang dianggarkan pada APBD Provinsi Maluku Utara ini.

Dugaan itu makin kuat ketika Muchsin beberapa tahun lalu hendak disogok dengan uang Rp 200 juta oleh dua orang oknum yang mengaku sebagai kontraktor dan staf di Dinas PUPR Malut.

Baca Juga  Dilaporkan Isterinya ke Polisi, Camat Girian: Itu Hanya Emosi Berlebihan

Beruntung, pemberian uang terkait proyek tersebut tidak diterima olehnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, proyek pembangunan dua menara Masjid Al Munawwar dianggarkan di APBD 2016 sebesar Rp 3.875.000.000 pada Dinas PUPR Malut.

Tender proyek ini dimenangkan PT Mitra Indah Pratama atas penawaran senilai Rp 3.564.564.000.

Pada APBD tahun 2017, proyek ini pun kembali dianggarkan pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Malut sebesar Rp 1.844.932.000.

Untuk dana di tahun 2017 ini untuk pekerjaan pemancangan tiang pondasi menara, yang tendernya dimenangkan oleh PT Indonesia Permai.

(red/tandaseru)

No More Posts Available.

No more pages to load.