400 Aktivis Disebut Diculik dari Kapal Bantuan
Armada Global Sumud Flotilla membawa sekitar 400 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Swedia, dan Turki. Mereka berlayar untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Koordinator Indonesian Global Peace Convoy (IGPC) Muhammad Husein, yang juga merupakan peserta GSF, menegaskan bahwa tindakan Israel tidak bisa disebut sebagai “pengamanan”, melainkan penculikan di perairan internasional.
“Ya, bukan diamankan, tapi diculik. Ada sekitar 400 lebih aktivis kemanusiaan yang diculik setelah kapal bantuan kami dibajak,” kata Husein, setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (4/10/2025) malam.
Kapal Bantuan Dihadang di Perairan Internasional
Menurut laporan media internasional, kapal-kapal dalam armada GSF diadang dan dihentikan oleh pasukan laut Israel saat mendekati Jalur Gaza.
Sejumlah kapal dilaporkan ditarik ke pelabuhan Israel, sementara satu kapal lainnya disebut masih berlayar menuju Gaza.
Peristiwa ini memicu kecaman luas dari berbagai organisasi kemanusiaan dunia, yang menilai tindakan Israel melanggar hukum internasional serta prinsip kebebasan navigasi di laut lepas. (red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com










