Kenapa Kita Kalah?

oleh -302 views

Sebenarnya sepakbola atau cabang-cabang olahraga lain adalah alat politik efektif. Kita lihat kalau ada tim serta perorangan kita yang meraih prestasi, mereka dihujani hadiah dan politisi-politisi kita bagai lintah berlomba menempel dan menghisap prestasi itu untuk kemenangan politiknya.

Dan, rakyat kita sangat haus akan kemenangan. Para selebriti, motivator, pemengaruh, hingga ke politisi kita selalu memompakan semangat untuk menang. Pokoknya semua dari kita ingin menjadi pemenang!

Jadi, olahraga khususnya sepakbola itu alat politik yang maha penting. Tidak hanya di Indonesia. Di negara-negara lain juga demikian. Di beberapa negara, sepakbola bahkan bisa menimbulkan perang antar negara atau jatuh bangunnya sebuah rejim.

Lalu, mengapa kita kalah? Mengapa kita tidak bisa memilih bakat-bakat bagus mengolah bola dari 270 juta rakyat? Saya sangat yakin kalau bakat-bakat itu ada. Ketrampilan itu ada. Fisik dan stamina yang baik itu dimiliki oleh anak-anak muda kita.

Persoalannya, mengapa orang-orang yang berkemampuan ini tidak muncul?

Baca Juga  Jadi Bagian dari Satgas PKH, Kementerian ATR/BPN Kawal Kepastian Hukum dan Tata Kelola Kawasan Hutan

Pertanyaan yang sama sebenarnya berlaku di semua lini hidup sosial kita. Mengapa kita terbelakang? Mengapa kita tidak mampu bersaing? Mengapa kita miskin?

Jawabnya ada pada kemampuan kita mengelola masalah-masalah struktural. Misalnya, kita tidak miskin dipandang dari segi kemampuan produksi. Kita miskin karena kita tidak mau membagi kekayaan itu secara lebih berimbang. Ada yang kaya sekali dan mengambil banyak sekali sehingga meninggalkan banyak orang kekurangan.

No More Posts Available.

No more pages to load.