Kenapa Kita Kalah?

oleh -355 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

TIMNAS Indonesia dikalahkan Thailand secara telak 0-4 di leg 1 Piala AFF. Ini kejuaraan di tingkat negara-negara ASEAN dimana praktis hanya ada empat tim yang cakap bersaing. Memang ada sepuluh negara ASEAN namun hanya empat yang menonjol dalam sepakbola: Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Pertanyaan diatas punya banyak jawaban. Mulai dari sistem kompetisi, sistem pendidikan sepakbola, sistem pelatihan, stamina dan fisik, hingga ke kebudayaan bersaing para pemain Timnas kita.

Semua jawaban itu ada kebenarannya. Namun, jarang orang melihat soal kekalahan ini dari perspektif negara, dari perspektif politik dan hidup sosial kita.

Mungkin Anda akan berpikir, ah ini terlalu mengada-ada. Sebetulnya tidak juga. Prestasi olahraga kita sangat terkait dengan problem-problem struktural yang kita hadapi sebagai bangsa.

Baca Juga  1.700 PPPK Paruh Waktu di Malteng Belum Digaji, DPRD Desak Pemkab Segera Bayar

Maksud saya, sepakbola adalah hasil dari bagaimana kita mengelola hidup sosial dan politik kita; bagaimana para elit dan pengelola negara kita menentukan prioritas, dan bagaimana bakat-bakat bagus dibangun sehingga tidak hangus atau mati ditengah jalan.

No More Posts Available.

No more pages to load.