Keteladanan Umar bin Khattab, Larang Anaknya Jadi Penerus Khalifah

oleh -511 views

Umar RA kemudian menjawab sekaligus mengingatkan kaum muslimin sekitarnya, putranya bukan satu-satunya muslim yang adil dan bertakwa. Menurutnya, masih banyak muslim lain yang memiliki keadilan dan ketakwaan seperti putranya.

Diriwayatkan oleh Ibn Al Jauzi dalam Manaqib Amir Al Mu’minin Umar ibn Al Khaththab, Umar RA memegang sebuah prinsip menghindarkan memberi jabatan karena pertalian kasih sayang atau kekerabatan. Ia berkata,

“Barang siapa memberikan jabatan kepada seseorang dikarenakan pertalian kasih sayang atau kekerabatan dan dia tak mengangkatnya, kecuali atas dasar hal itu semata, dia benar-benar telah mengkhianati Allah, rasul-Nya, dan kaum muslimin.”

Sebaliknya, menurut buku Kitab Sejarah Lengkap Khulafaur Rasyidin tulisan Ibnu Katsir, Umar RA kemudian menetapkan pengangkatan khalifah di bawah Majelis Syura yang anggotanya berjumlah enam orang yang terdiri dari Utsman bin Affan RA, Ali bin Abi Thalib RA, Thalhah bin Ubaidillah RA, az-Zubair bin Awwam RA, Sa’ad bin Abi Waqqash RA, dan Abdurrahman bin Auf RA.

Barulah setelah Umar RA wafat, dilakukan musyawarah hingga terpilihlah tiga kandidat, yaitu Ali bin Abi Thalib RA, Utsman bin Affan RA dan Abdurrahman bin Auf. Setelah menghimpun pendapat dari kaum muslimin, barulah terpilih Utsman bin Affan RA yang diangkat menjadi khalifah ketiga saat ia berusia 70 tahun.

No More Posts Available.

No more pages to load.