Keteladanan Umar bin Khattab, Larang Anaknya Jadi Penerus Khalifah

oleh -503 views

Umar bin Khattab RA sebagai khalifah dikenal sebagai sosok yang tegas dan adil. Bahkan, ia tidak membeda-bedakan perlakuan antara keluarga maupun rakyat yang dipimpinnya.

Sikap Umar RA tersebut terlihat dari caranya membebani keluarga dengan tanggung jawab yang berat dibandingkan umatnya. Ia juga menjauhkan anggota keluarganya dari perlakukan hak istimewa sebagai keluarga khalifah, termasuk menjadi penggantinya sebagai khalifah.

Dilansir dari buku ‘Umar ibn Al-Khaththab oleh Khalid Muhammad Khalid, pemilihan untuk penerus kekhalifahan terjadi saat Umar RA berada di penghujung ajalnya. Namun, ia menentang keras saat nama anaknya diusulkan sebagai calon khalifah yang akan menggantikannya.

Meski diusulkan berulang kali, Umar RA tidak memasukkan nama putranya ke dalam daftar enam sahabat calon khalifah. Sebab, menurutnya, latar belakang Abdullah ibn Umar yang membawa nama anak khalifah menutup peluang yang lain untuk mendapatkan haknya.

Ketika ditanya, apa alasan Umar RA menolak hal itu, ia berkata, “Cukuplah satu orang saja dari keluarga ‘Umar yang akan menghadapi hisab karena urusan kekuasaan, yaitu Umar!”

Baca Juga  Bangkit dari Kubur! Kawasaki 'Ninja 250 FI' Jadul Dihidupkan Lagi

Para sahabat dan kaum muslimin lainnya menyanggah, “Akan tetapi, wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya, anakmu adalah orang yang bertakwa dan adil. Apakah dosa dirinya jika dia ditakdirkan sebagai anak Amirul Mukminin? Ataukah dosa kaum muslimin yang merasa bahagia jika anakmu menjadi pemimpin bagi mereka?”

No More Posts Available.

No more pages to load.