Ketika Lingkaran Kekuasaan Menjadi Terlalu Sempit

oleh -33 views

Oleh:Bambang Tarsanto, Mantan diplomat, Pengamat sosial politik

Ada sebuah pertanyaan yang semakin sering muncul dalam percakapan publik belakangan ini: mengapa begitu banyak kebijakan pemerintah tampak lahir mendadak, minim perdebatan, dan sering kali menimbulkan persoalan baru setelah dijalankan?

Pertanyaan itu kembali mengemuka setelah Bloomberg menerbitkan laporan berjudul Inside the Palace: How Prabowo’s Circle Is Unnerving Investors. Artikel tersebut sebenarnya tidak menghadirkan sesuatu yang sepenuhnya baru. Banyak pengamat Indonesia telah lama mengamati gejala yang sama. Namun ketika kegelisahan itu mulai muncul dari kalangan investor dan pelaku ekonomi global, persoalannya menjadi lebih serius.

Bloomberg menggambarkan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemimpin yang sangat mengandalkan lingkaran dalam yang sempit dalam proses pengambilan keputusan. Sebuah ekosistem kecil yang menjadi sumber informasi, penyaring masukan, sekaligus penghubung antara presiden dan dunia luar.

Dalam politik, keberadaan lingkaran dalam bukanlah sesuatu yang aneh. Semua pemimpin memilikinya. Persoalannya muncul ketika lingkaran tersebut menjadi terlalu tertutup sehingga informasi yang sampai kepada pemimpin tidak lagi mencerminkan kenyataan secara utuh.

No More Posts Available.

No more pages to load.