Dalam buku berjudul Bilal bin Rabbah yang ditulis Abdul Latip Talib, Bilal termasuk dalam kalangan mereka yang awal memeluk Islam. Ketika Umaiyah mengetahui Bilal masuk Islam tentu ia menyiksa Bilal tanpa belas kasihan sampai Bilal masuk ke agama asal sekaligus menjadi pengajaran kepada yang lain. Namun Bilal tidak tunduk dan tetap memilih Islam.
Penyiksaan Umaiyah dilakukan tanpa henti. Bilal dipukul kemudian diarak keliling Kota Makkah. Karena Bilal masih tetap pada pendiriannya, ia dijemur di atas pasir tanpa diberi makan dan minum. Ketika matahari tegak di atas kepala dan padang pasir yang panas, Bilal dipakaikan baju besi lalu dibiarkan berjemur di bawah terik matahari.
Umaiyah memaksa Bilal menyebut nama al-Katta dan al- Uzza tetapi mulut Bilal hanya menyebut “Allah… Allah… Allah.” Penyiksaan terhadap Bilal bin Rabbah akhirnya sampai ke telinga Abu Bakar lalu ia membelinya dari Umaiyah dengan harga sembilan uqiyah emas.
Ketika Abu Bakar meraih tangan Bilal dan membawanya ke alam kemerdekaan (bukan budak), Umayah berkata, “Ambillah ia! Demi Lata dan Uzza, andai engkau hanya mau membelinya dengan satu keping emas pun, aku pasti memberikannya!” Abu Bakar bisa memahami pedihnya rasa putus asa dan hilangnya harapan dalam kata-kata Umayah ini. Karena itu, ia tidak perlu menjawab.











