“Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali dihisab adalah sholatnya. Jika sholatnya bagus maka dia beruntung dan selamat. Namun jika sholatnya buruk maka dia sengsara dan merugi. Jika ada kekurangan dari sholat fardhunya mempunyai pahala sholat sunnah untuk melengkapi kekurangan sholat fardhu? Kemudian seluruh amalnya seperti itu”.
Keistimewaan Sholat Tarawih Malam Pertama hingga Malam Terakhir
Ada sebuah riwayat yang menyebutkan keutamaan sholat Tarawih setiap malamnya. Ali bin Abi Thalib RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan sholat Tarawih dari malam pertama hingga malam ketiga puluh. Kemudian beliau bersabda:
- Malam ke-1: Seorang muslim keluar dari dosanya seperti saat dilahirkan oleh ibunya.
- Malam ke-2: Ia diampuni, begitu pula kedua orang tuanya jika keduanya muslim.
- Malam ke-3: Malaikat berseru di bawah ‘Arsy agar ia mulai beramal karena dosanya telah diampuni.
- Malam ke-4: Mendapat pahala seperti membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an.
- Malam ke-5: Mendapat pahala seperti sholat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa.
- Malam ke-6: Mendapat pahala seperti tawaf di Baitul Makmur dan didoakan ampunan oleh seluruh batu.
- Malam ke-7: Seolah meraih derajat Nabi Musa AS dan kemenangannya atas Fir’aun.
- Malam ke-8: Allah memberi pahala seperti yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
- Malam ke-9: Seolah beribadah seperti ibadah Nabi SAW.
- Malam ke-10: Mendapat kebaikan dunia dan akhirat.
- Malam ke-11: Keluar dari dosa seperti bayi yang baru lahir.
- Malam ke-12: Datang di hari kiamat dengan wajah bercahaya seperti bulan purnama.
- Malam ke-13: Datang di hari kiamat dalam keadaan aman.
- Malam ke-14: Malaikat bersaksi atas amal Tarawihnya sehingga tidak dihisab.
- Malam ke-15: Didoakan oleh malaikat dan para pemikul ‘Arsy.
- Malam ke-16: Dijamin selamat dari neraka dan masuk surga.
- Malam ke-17: Mendapat pahala seperti para nabi.
- Malam ke-18: Malaikat menyeru bahwa Allah ridha kepadanya dan orang tuanya.
- Malam ke-19: Derajatnya diangkat di surga Firdaus.
- Malam ke-20: Mendapat pahala syuhada dan orang saleh.
- Malam ke-21: Dibangunkan istana dari cahaya di surga.
- Malam ke-22: Datang di hari kiamat tanpa rasa sedih.
- Malam ke-23: Dibangunkan kota di surga.
- Malam ke-24: Mendapat 24 doa yang dikabulkan.
- Malam ke-25: Dihapuskan azab kubur.
- Malam ke-26: Pahalanya dilipatgandakan selama 40 tahun.
- Malam ke-27: Melewati shirath seperti kilat.
- Malam ke-28: Diangkat 1.000 derajat di surga.
- Malam ke-29: Mendapat pahala 1.000 haji yang diterima.
- Malam ke-30: Allah berfirman: “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.” (HR Majalis)
Menurut penelusuran detikHikmah, hadits keutamaan Tarawih malam 1-30 di atas statusnya dhaif atau lemah. Sebagian ulama menyatakan maudhu (palsu).
Hukum Sholat Tarawih di Bulan Ramadan
Sholat Tarawih setelah sholat Isya di bulan Ramadan hukumnya adalah sunnah muakad. Ibadah ini telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW melalui perkataan maupun perbuatan beliau. Penjelasan ini dikutip dari buku Panduan Shalat Lengkap karya Sa’id bin Ali bin Wahaf Al-Qahthani.
Waktu Sholat Tarawih
Sholat Tarawih dapat dikerjakan setelah sholat Isya dan sholat sunnah rawatibnya hingga menjelang waktu subuh. Hal ini disebutkan dalam buku sebelumnya.
Sebagian besar umat Islam biasanya menunaikannya tidak lama setelah sholat Isya. Hal ini karena banyak yang memilih mengerjakannya pada awal malam, terutama saat dilakukan berjamaah di masjid.









