Kisah Hindun binti Utbah: Dari Benci jadi Cinta yang Luar Biasa

oleh -1,825 views
Ilustrasi HIndun bin Utbah. Sejak peristiwa Perang Uhud, Hindun berjuluk Si Pemakan Hati. Namun pasca pembebasan Mekkah ia memeluk Islam. (Sumber YouTube/diolah)

Ketika perang Uhud berkecamuk, perempuan-perempuan Quraisy di bawah pimpinan Hindun binti ‘Utbah menyelinap di antara barisan tentara sambil menabuh rebana untuk membangkitkan semangat pasukan dan mengobarkan api perang. Mereka berteriak kepada segenap pasukan dengan puisi-puisi yang membakar hati.

Di pihak kaum muslimin, Singa Allah (julukan Hamzah ra.) berapi-api di arena pertempuran . Sesaat kaum muslimin nampak menang. Namun sayang, para pemanah di atas bukit meninggalkan posisi mereka dan turun ke arena pertempuran untuk mengumpulkan harta rampasan yang telah ditinggalkan oleh pasukan musuh yang kalah.

Saat pasukan kaum muslimin lengah, tiba-tiba dari arah belakang muncul pasukan berkuda Quraisy menghabisi kaum muslimin. Kaum muslimin kocar-kacir. Hamzah meningkatkan kekuatan dan serangannya terhadap orang-orang musyrik. Namun ternyata, Wahsyi mengintai Hamzah. Wahsyi berlindung di belakang sebatang pohon atau batu untuk menunggu jarak Hamzah semakin dekat dengannya.

Baca Juga  Pelantikan Pengurus DPD Golkar Maluku Ditunda, Boy Sangadji: Menyesuaikan Jadwal Ketum Bahlil

Wahsyi melemparkan tombaknya mengenai perut Hamzah hingga tembus ke belakang. Hamzah telah gugur di medan Uhud. Sadisnya, para perempuan Quraisy –termasuk Hindun- merusak tubuh-tubuh pasukan muslim yang telah gugur dengan cara yang sangat biadab. Setelah itu, Hindun naik ke puncak batu yang cukup besar, lalu berteriak sekeras-kerasnya,

No More Posts Available.

No more pages to load.