Allah Ta’ala membersihkan jiwanya dari kedengkian dan kebencian serta menyingkap pikirannya dari tabir jahiliah. Sesaat setelah menyatakan masuk Islam, dia langsung mengambil palu dan menghancurkan berhala yang ada di dalam rumahnya sampai hancur berkeping-keping seraya berkata, “Selama ini, kami terpedaya olehmu.”
Setelah masuk Islam, Hindun binti ‘Utbah berubah menjadi seorang ahli ibadah, rajin salat malam dan berpuasa. Ia sangat konsisten dengan status barunya (muslimah) sampai tiba saat yang membawa kegelapan bagi seluruh bumi ini, yaitu saat Rasulullah SAW wafat.
Hindun sangat terpukul karena merasa terlalu lama dirinya memusuhi Rasulullah SAW dan baru menerima Islam beberapa saat yang lalu. Namun demikian, Hindun tetap mempertahankan keislamannya dengan baik. Setelah Rasulullah SAW wafat, dia tetap menjadi ahli ibadah dan menjaga janji setia yang pernah diucapkannya di hadapan Rasulullah SAW saat baiat di atas bukit Shafa.
Pelajaran Hidup dari Hindun binti ‘Utbah
Hindun binti Utbah merupakan anak dari pasangan Utbah bin Rabi’ah salah satu pemuka Quraisy dan Safiya binti Umayya. Ia terkenal sebagai perempuan yang mulia, cerdas dan bijak di kalangan kaum Quraisy. Dari kisahnya itu, ada dua pelajaran yang bisa dipetik dan diteladi muslimah.










