Saat banjir besar terjadi, Allah menyelamatkan Nabi Nuh dan pengikutnya ketika berhenti membaca:
بِسۡمِ اللّٰهِ مَجْرٖٮٰھَا وَمُرۡسٰٮهَا ؕ اِنَّ رَبِّىۡ لَـغَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ
“Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu semua ke dalamnya dengan menyebut nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Hud Ayat 41)
Burung Pertama yang Naik Kapal Nabi Nuh
Adapun burung yang pertama masuk Bahtera Nabi Nuh adalah Beo. Dan yang terakhir adalah Keledai. bahkan dikisahkan Iblis juga ikut naik ke bahtera Nabi Nuh bersama keledai.
Ketika Allah memerintahkan langit untuk berhenti menurunkan hujan, Nabi Nuh dan bahteranya berlabuh di Iran. Beliau hidup sesudah itu bersama pengikut setianya yang berjumlah 80 orang.
Adapun anak keturunan Nabi Nuh di antaranya, Sam, Ham, Yafith, Kan’an. Namun, Allah mengatakan kepada Nabi Nuh bahwa Kan’an bukan keluarganya. Maksudnya tidak termasuk yang diselamatkan. Istri Nabi Nuh juga tidak termasuk orang yang diselamatkan. Nabi Nuh menjelang wafatnya mewasiatkan agar memegang kalimat “Laa ilaaha illallaah” dan menyuruh berhati-hati dari kesyirikan.
Wallahu A’lam
sumber: sindonews









