Kisah Sufyan Ats-Tsauri, Ulama Zuhud yang Menolak Harta Penguasa

oleh -168 views

Menurutnya, seorang ulama sejati harus mampu hidup mandiri tanpa bergantung pada penguasa. Ia percaya bahwa hubungan yang terlalu dekat dengan penguasa dapat melemahkan kemandirian serta merusak nilai-nilai agama.

Pemikiran Sufyan Ats-Tsauri menjadi batas yang jelas antara prinsip yang membangun dan hal-hal yang dapat merusak kehidupan. Ia terus mengingatkan bahaya hidup berlebihan, pemborosan, dan maksiat yang dapat menyesatkan seseorang.

Dalam kehidupan sehari-harinya, ia memilih untuk hidup sederhana tanpa berlebihan dalam urusan duniawi. Ia berdagang untuk memenuhi kebutuhannya agar tetap mandiri dan tidak bergantung pada siapa pun, baik penguasa maupun masyarakat.

Sufyan Ats-Tsauriy Menolak Tawaran Duniawi

Dikisahkan dari buku 198 Kisah Haji Wali-Wali Allah karya Abdurrahman Ahmad, pada suatu musim haji, Sufyan ats-Tsauri dipanggil untuk menghadap Khalifah Abu Ja’far Al-Manshur. Saat bertemu, sang khalifah berkata, “Sebutkanlah keperluanmu, niscaya aku akan memenuhinya.”

Namun, Sufyan dengan tegas menjawab, “Wahai Khalifah, bertakwalah kepada Allah. Engkau telah memenuhi bumi dengan kezaliman dan penindasan.”

Baca Juga  Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran, UPP Kelas II Tual Siapkan 14 Kapal

Teguran itu begitu keras dan tanpa rasa takut, sehingga Al-Manshur hanya bisa menundukkan kepalanya. Meski begitu, ia tetap berkata, “Sebutkan saja apa yang kau butuhkan, aku akan memberikannya.”

No More Posts Available.

No more pages to load.