KKP-BKPM Bidik Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan di Maluku

oleh -18 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) bersinergi dengan Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengembangkan investasi berkelanjutan di sektor kelautan dan perikanan. Percepatan pembangunan di sektor kelautan dan perikanan memerlukan peningkatan investasi dan keberlanjutan usahanya.

“Keberlanjutan usaha diperlukan untuk mengolah potensi ekonomi perikanan menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan investasi yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Oleh karenanya, Ditjen PDSPKP selalu aktif dalam berbagai forum investasi untuk mempromosikan peluang investasi, sekaligus menarik minat calon investor yang ingin berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan,” ujar Direktur Jenderal PDSPKP, Artati Widiarti, Rabu (15/9/2021).

Dalam salah satu forum investasi yang digelar BKPM pekan lalu (8/9/2021) bertajuk lndonesia lnvestment Webinar Forum (llWF) 2021, Staf Ahli Menteri Investasi Bidang Ekonomi Makro, Kementerian Investasi/ BKPM, Indra Darmawan menegaskan bahwa kepercayaan dunia untuk berinvestasi di Indonesia masih tetap terjaga.

Terbukti secara kumulatif sepanjang periode Januari–Juni 2021, kinerja realisasi investasi Indonesia tercatat mencapai Rp442,7 triliun atau 49,2 % dari target Rp900 triliun pada akhir tahun. “Capaian ini terdiri atas PMA sebesar Rp228,5 triliun dan PMDN sebesar Rp214,2 triliun. Kinerja tersebut berhasil menyerap 623.715 orang tenaga kerja Indonesia,” tegas Indra. 

Senada, Artati juga menyampaikan kinerja realisasi investasi sektor kelautan dan perikanan periode Januari-Juni 2021 telah mencapai Rp2,97 triliun atau 54,04% dibandingkan dengan target 2021 sebesar Rp5,49 triliun. “Investasi di sektor kelautan dan perikanan masih didominasi investasi dari PMDN sebesar Rp1,16 triliun, sedangkan PMA sebesar Rp0,42 triliun dan kredit investasi sebesar Rp1,39 triliun,” imbuh Artati.

Baca Juga  Soal Pemindahan Ibukota, Emil Salim Sebut Langkah Bappenas Keliru

Investasi di sektor kelautan dan perikanan, lanjut Artati, terdapat tiga bidang usaha prioritas yang terbuka bagi kegiatan penanaman modal atau investasi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2021. Melalui Peraturan Presiden ini diarahkan menjadi pengaturan investasi yang lebih berdaya saing.

“Tiga bidang tersebut adalah usaha penangkapan, budidaya, dan pengolahan ikan. Sebagai bidang usaha prioritas investasi, usaha perikanan ini merupakan bidang usaha yang termasuk dalam program/proyek strategis nasional, padat modal, padat karya, dan berorientasi ekspor. Salah satunya proyek strategis nasional Lumbung Ikan Nasional,” sambung Artati.

Baca Juga  Kawasan Kudamati tawuran lagi

Sebagaimana yang disampaikan Kepala DPMPTSP Provinsi Maluku, Suryadi Sabirin, peluang investasi yang ditawarkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendukung Ambon New Port dan Lumbung Ikan Nasional diantaranya penambahan armada penangkapan dan kapal ekspor. “Selain itu kita juga sudah menyiapkan lahan untuk budidaya udang, rumput laut dan lainnya di Pulau Seram,” ujar Suryadi saat menyampaikan peluang investasi di acara IIFW 2021.

Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP, Catur Sarwanto, sangat mendukung peluang investasi yang ditawarkan Provinsi Maluku. Terlebih komoditas udang dan rumput laut menjadi fokus dalam modelling pengembangan budidaya terintegrasi. Saat ini udang tengah didorong produksi dan kualitasnya lantaran serapan pasar dunia sangat besar.

Baca Juga  Kasus Aktif COVID-19 di Maluku Utara 383 Orang

Catur menekankan bahwa usaha kelautan dan perikanan merupakan salah satu bidang usaha penanaman modal yang diharapkan berkontribusi positif pada peningkatan ekonomi nasional.

“Oleh karenanya Pemerintah senantiasa mengupayakan peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha melalui penerapan perizinan berusaha berbasis risiko. Selain itu, melakukan penyederhanaan persyaratan perizinan berusaha dan investasi,” tekan Catur.

Untuk menangkap peluang investasi yang ditawarkan, diperlukan kolaborasi dan sinergi bersama dalam membangun sektor kelautan dan investasi melalui investasi yang ditanamkan. “Saya mengajak semua pelaku usaha untuk dapat menanamkan modalnya di sektor kelautan dan perikanan,” pungkas Catur.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan tiga program terobosan KKP, yakni peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, pengembangan perikanan budidaya untuk meningkatkan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan, serta pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya air tawar, air payau dan air laut berbasis kearifan lokal. (red)