Koboi Kalah Perang

oleh -465 views

Tetapi jangan pula tergoda mengarak Iran sebagai juara. Negeri para penyair itu tetap membawa luka. Infrastruktur militernya porak-poranda. Ekonominya compang-camping. Generasi mudanya masih dibebani represi politik.

Menang dalam diplomasi tidak otomatis berarti hidup rakyat menjadi lebih murah. Sejarah penuh dengan negara yang menang perang tetapi kalah menghadapi harga beras.

Amerika sendiri tidak pulang dengan tangan kosong. Selat Hormuz dibuka kembali. Harga energi mungkin mereda. Trump dapat menjual kisah bahwa Iran berhasil dipaksa berunding. Namun, barang paling mahal yang hilang justru tak bisa dibeli di toko mana pun: wibawa.

Dunia melihat negara adidaya itu seperti petinju kelas berat yang naik ring dengan lampu sorot, musik menggelegar, dan iklan sponsor bertebaran. Lawannya petinju kelas menengah.

Penonton mengira pertandingan selesai dalam dua ronde. Ternyata ronde demi ronde berlalu. Nafas mulai tersengal. Pelatih mulai panik. Sampai akhirnya pertandingan dihentikan wasit melalui keputusan angka.

Baca Juga  Pertalite Masuk 5 KL Setiap Hari ke SPBU Acango, Disperindagkop Halbar Akui Sempat Kosong

Petinjunya memang tidak kalah KO. Tetapi penonton pulang sambil berbisik, “Katanya Mike Tyson. Kok jadinya Tyson ayam?”

Yang menarik justru Pakistan. Selama ini Pakistan sering dipandang dunia seperti sepupu jauh yang diundang ke pesta hanya karena sungkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.