KOHATI Solutif di Era Post-Truth, Membaca Ikhtiar Kepemimpinan Nadra Tehuayo

oleh -352 views

Visi yang diusung—mewujudkan KOHATI Cabang Ambon sebagai episentrum intelektual-profetik yang mandiri dan progresif dalam mengawal kebenaran serta martabat perempuan di era post-truth—mengandung pesan reflektif yang kuat. Konsep intelektual-profetik menegaskan bahwa KOHATI tidak boleh terjebak pada dikotomi antara nalar dan moral. Keduanya harus berjalan beriringan: berpikir kritis tanpa kehilangan nilai, dan bergerak progresif tanpa tercerabut dari etika keislaman.

Kaderisasi dan Krisis Daya Kritis

Gagasan ini menjadi relevan ketika mencermati realitas kaderisasi hari ini yang cenderung pragmatis, seremonial, bahkan kehilangan daya kritis. Tidak sedikit forum kaderisasi berhenti pada rutinitas administratif, tanpa upaya serius membangun tradisi berpikir ilmiah dan kesadaran sosial. Akibatnya, kader mudah terombang-ambing oleh arus opini, gagap membedakan kebenaran dan kebohongan, serta kurang responsif terhadap isu-isu strategis perempuan dan kebangsaan.

Baca Juga  Trump Peringatkan Netanyahu, Israel Bisa Sendirian Hadapi Iran

Melalui misi Restorasi Marwah Jati Diri KOHATI melalui Jihad Literasi, Nadra Tehuayo menempatkan literasi sebagai jantung gerakan. Jihad literasi tidak dimaknai secara sempit sebagai kemampuan membaca dan menulis, melainkan sebagai perjuangan membangun kesadaran kritis, metodologi berpikir ilmiah, dan keberanian intelektual. Ini merupakan upaya membentuk kader HMI-Wati yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga matang secara epistemologis.

No More Posts Available.

No more pages to load.