Komedi yang Terlalu Serius

oleh -271 views
Ahmadie Thaha/Ist

Komedi yang dikriminalisasi bukan hanya membungkam komika. Ia menumpulkan kemampuan masyarakat untuk menertawakan diri sendiri —keterampilan yang, dalam sejarah bangsa-bangsa, sering menjadi penyangga terakhir sebelum perpecahan.

Pada akhirnya, polemik Pandji bukan tentang siapa benar dan siapa tersinggung, melainkan tentang bagaimana kita memperlakukan perbedaan tafsir.

Apakah setiap rasa tidak nyaman harus naik kelas menjadi perkara pidana? Atau justru di situlah kita belajar bahwa demokrasi bukan ruang steril, melainkan pasar ide yang riuh, kadang bau, sering bising, tetapi hidup?

Barangkali inilah ironi terbesar: komedi yang dituduh memecah belah justru sedang menguji apakah kita cukup dewasa untuk menertawakan diri sendiri.

Jika kita gagal, bukan Pandji yang kalah. Yang kalah adalah kita—yang mengira tawa itu ringan, padahal ia adalah bentuk keberanian paling halus.

Baca Juga  Punya Kedalaman Emosi, ini 5 Alasan Kenapa Cancer Sensitif

Ma’had Tadabbur al-Qur’an, 10/1/2026

No More Posts Available.

No more pages to load.