Maka hanya ada dua pilihan yang akan terjadi, yaitu:
1. Sebagai presiden, kemungkinan besar Prabowo akan tenggelam dengan arogansi dan keangkuhan dirinya bersama program MBG yang lambat laun, suka atau tidak suka akan berhenti dan atau dihentikan dengan banyak pertimbangan.
2. Kehancuran MBG juga akan menyeret Prabowo dalam kenistaannya sebagai seorang pemimpin, setidaknya menjadi orang yang paling bertanggung-jawab terhadap semua kerusakan dan dampak yang disebabkan oleh program MBG. Mulai dari ketiadaan manfaat dan justru banyak mudharatnya, sampai sampai pada karut-marut dan jejaring korupsi yang melilitnya. Boleh jadi itu juga bisa melengserkan Prabowo dari jabatan presiden dan atau lebih jauh menjeratnya ke ranah hukum karena membiarkan MBG pada titik nadir kegagalan, menanggung resiko dan konsekuensi politik tinggi proyek pemerintah sarat polemik dan kontroversi itu.
MBG dengan semua musibah dan kebencanaan yang ditimbulkannya akan menjadi trigger paling efektif sekaligus momentum strategis, yang dapat melahirkan konsolidasi perlawanan terhadap semua bentuk distorsi dan manipulasi dari kebijakan pemerintahan yang memang sudah ada sebelumnya dan di luar persoalan MBG. Sementara itu program MBG bagi Prabowo juga menjadi ajang konsolidasi yang sama dalam rangka membangun kekuatan politik dan ekonomi, baik terkait penguasaan basis massa maupun entitas kelembagaan strategis dan profesi lainnya.









