Kurikulum Merdeka, Memerdekakan Siapa?

oleh -516 views

Oleh: Anang A Yaqin, Direktur Karsa Majemuk Indonesia

IVAN Illich pelopor utama kritikus model pendidikan klasikal yang terinstitusi melalui sekolah, dalam After DeschoolingWhat? sempat menawarkan satu model yang memiliki kemiripan dengan model pendidikan dengan konsep Kurikulum Merdeka. Setelah 1972 menulis Deschooling Society mendapat sambutan sekaligus kritik karena tidak menawarkan solusi, Ivan menyodorkan satu model desain pendidikan merdeka. Ivan menyodorkan konsep pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia dengan pilihan, cara dan minat yang ingin ditempuhnya. Lalu institusi pendidikan ditempatkan hanya menjadi pendamping dan fasilitator murni.

Kurikulum Merdeka atau sering disebut Merdeka Belajar yang mulai diperkenalkan sejak dua tahun lalu oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Dikbudristek) era Nadiem Makarim, tahun ini mulai diimplementasikan di sejumlah sekolah yang mengajukan pendaftaran. Data dari portal Kementerian Dikbudristek sudah 143.265 sekolah di seluruh Indonesia dalam berbagai jenjang dan jenis sekolah mendaftar. Peserta belajar (siswa) adalah subjek utama dan guru sebagai tenaga pengajar ditempatkan sebagai mitra dalam proses pendidikan. Siswa akan belajar dengan mengerjakan project base learning.

No More Posts Available.

No more pages to load.