Pamong Budaya Ahli Muda BPK Maluku, Mezak Wakim, mengatakan modernisasi menjadi salah satu tantangan serius dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah.
“Tantangan di era modernisasi adalah bagaimana kita mendorong literasi berbasis budaya di sekolah-sekolah, kampus-kampus hingga ke masyarakat umum. Selain itu, bagaimana kita mendorong generasi muda untuk bisa menjadi pelaku langsung dalam melestarikan kebudayaan daerah,” ujar Mezak.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui pencatatan dan penetapan.
Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap tradisi harus terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak kehilangan makna dan fungsi sosialnya.
Sebab, warisan budaya hanya akan benar-benar menjadi warisan apabila tetap hidup, dipahami, dipraktikkan, dan diwariskan oleh masyarakat.
Karena itu, penambahan 11 WBTBI baru tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian administratif, tetapi menjadi energi baru bagi Maluku untuk menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman.
(red/ant)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










