Lelaki Berdarah Mestizo

oleh -1,069 views

“Aku tidak punya uang, mi hermana.

“Aku tahu kamu kerja paruh waktu. Kamu bisa dapat harga murah dengan beli di pasar gelap,” saran si wanita Ekuador itu padanya. Nando sempat mengenalkannya kepada orang-orang berpengaruh, baik itu di dusun dan kota. Lelaki itu sungguh banyak jasanya kepada Norma yang menggunakan bahasa Quimico saja masih tak karuan.

Jelas ini habis manis sepah dibuang. Sampai kini, Nando belum mendapat pekerjaan layak. Apalagi, ia hanya lulusan sekolah menengah pertama. Norma mengeluarkan taring drakula dan membunuh karakter Nando secara perlahan. Nando tak dapat mengerti, faktor apa yang membuat Norma berubah sedemikian drastis. Dari mahasiswi polos yang acapkali beribadah dan santun hingga menjadi liar. Bahkan penghisap cerutu yang dikirim langsung kekasihnya. Selentingan kabar terendus, kekasihnya putra tunggal seorang mafia di Kuba. Nando sudah mengeluarkan ratusan cara guna menyadarkan Norma, bahwa jalannya sungguh sangat keliru.

Baca Juga  Dishub Maluku Gelar Rapat dengan Dharma Indah Bahas Tarif Kapal Tulehu–Amahai

“Bila kelak ada yang membawamu mencium bau surga, kenapa memilih aroma neraka?” celoteh Nando ketika itu menasehati. Tapi bukan dapat ucapan terima kasih, malah semprotan bertubi.

“Jangan sok suciii!” sahut wanita itu telak dilecehkan. Norma melancarkan serangan andalannya. Norma melakukan pelbagai cara, supaya Nando tidak betah tinggal di rumah. Akhirnya, senyum kemenangan terpatri di wajah bedebah Norma.

No More Posts Available.

No more pages to load.