“Kita ingin setiap kelompok KKN meninggalkan karya nyata. Tidak harus program yang besar, tetapi program yang sederhana, tepat sasaran, dan dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat. Itulah makna pengabdian yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Syawal juga berpesan agar mahasiswa selalu menjunjung tinggi etika, disiplin, dan semangat gotong royong selama menjalankan pengabdian di lokasi penempatan.
Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari laporan akhir, tetapi dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun kepercayaan, memberikan inspirasi, dan menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat.
“Jagalah sikap, hormati adat istiadat dan budaya setempat, serta jadilah duta Universitas Darussalam Ambon yang membawa nilai-nilai integritas, kepedulian, dan semangat melayani,” pesannya.
Pelepasan peserta KKN-PPM berlangsung khidmat dan dihadiri pimpinan universitas, para dekan, dosen pembimbing lapangan, tenaga kependidikan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Usai pelepasan, para mahasiswa dijadwalkan diberangkatkan ke sejumlah desa dan wilayah penempatan untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat selama masa KKN-PPM Tahun Akademik 2026/2027.
(Richard Solissa)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









