- Harta lainnya senilai Rp234,1 miliar
- Kas dan setara kas Rp236,5 miliar
- Surat berharga sebesar Rp262 miliar
Di sisi lain, ia juga melaporkan utang sebesar Rp6,99 miliar.
Komposisi ini memperlihatkan bahwa kekayaan Sherly lebih banyak tersimpan dalam instrumen investasi dan likuiditas keuangan dibandingkan aset bergerak seperti kendaraan.
Kenaikan Kekayaan Hampir 37 Persen
Menariknya, nilai kekayaan Sherly mengalami peningkatan signifikan dibandingkan laporan sebelumnya. Total harta tercatat naik sekitar 36,96 persen, dari sebelumnya di kisaran Rp700 miliar menjadi Rp972 miliar.
Kenaikan terbesar terjadi pada pos kas dan setara kas yang melonjak hingga 61,86 persen, serta harta lainnya yang meningkat 141,47 persen. Sementara itu, aset tanah dan bangunan serta surat berharga juga mengalami kenaikan meski dalam persentase lebih kecil.
Warisan dari Mendiang Benny Laos
Sebagian besar kekayaan yang tercatat dalam LHKPN tersebut diketahui merupakan warisan dari mendiang suaminya, Benny Laos.
Benny Laos sebelumnya melaporkan kekayaan sebesar Rp705,1 miliar pada 5 September 2024, saat maju sebagai bakal calon gubernur Maluku Utara. Namun, ia meninggal dunia dalam kecelakaan speedboat pada tahun yang sama.
Pasca peristiwa itu, Sherly kemudian menggantikan posisi suaminya dalam kontestasi Pilkada 2024 dan melanjutkan langkah politik hingga akhirnya terpilih sebagai Gubernur Maluku Utara.









