Porostimur.com, Tobelo – Penanganan kasus meninggalnya tiga pendaki Gunung Dokuno, Kabupaten Halmahera Utara, terus bergulir. Kepolisian kini memeriksa enam orang pemandu wisata pendakian yang diduga terlibat dalam aktivitas yang berujung fatal tersebut.
Enam orang yang diperiksa merupakan bagian dari 11 pendaki yang diketahui menyediakan jasa wisata pendakian. Mereka dimintai keterangan sebagai saksi dalam insiden erupsi Gunung Dokuno yang menewaskan tiga orang, dua di antaranya warga negara asing asal Singapura.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengungkapkan bahwa proses pemeriksaan telah dilakukan dan sebagian dari mereka kini masih dalam pengawasan penyidik.
“Kami dari Polres sudah mengambil keterangan dari enam orang, satu orang penanggung jawab, satu lagi anak buahnya, dan empat orang merupakan porter,” ujarnya kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Dua Orang Dicegah Keluar Daerah
Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik mengambil langkah lanjutan dengan membatasi pergerakan dua orang yang diduga memiliki peran penting dalam kegiatan pendakian tersebut.
Meski belum merinci identitasnya, kepolisian memastikan langkah ini diambil untuk kepentingan penyelidikan yang masih berlangsung.
Indikasi awal mengarah pada dugaan kelalaian dari pihak penyedia jasa maupun porter yang tetap menjalankan aktivitas pendakian meski terdapat potensi bahaya dari aktivitas vulkanik gunung.









