Lima Pelajaran dari Kisah Fir’aun yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

oleh -3 Dilihat

قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَآ اَنْزَلَ هٰٓؤُلَاۤءِ اِلَّا رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ بَصَاۤىِٕرَۚ وَاِنِّيْ لَاَظُنُّكَ يٰفِرْعَوْنُ مَثْبُوْرًا ۝

Artinya: “Dia (Musa) menjawab, “Sungguh, engkau benar-benar telah mengetahui bahwa tidak ada yang menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tuhan langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata. Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa engkau, wahai Fir’aun, terlaknat.” (QS Al-Isra’: 102)

Dalam Tafsir Tahili dijelaskan, Musa AS mengatakan kepada Fir’aun sesungguhnya Fir’aun telah mengetahui bahwa yang menurunkan ayat-ayat ini adalah Tuhan yang memiliki langit dan bumi. Hal itu dijelaskan Nabi Musa AS sebagai bukti dan keterangan bahwa yang diserukannya itu adalah suatu kebenaran. Hanya orang yang bersih hatinya yang dapat menerima seruan tersebut.

Baca Juga  Masih Menyusui Jadi Alasan Tersangka Kasus Dugaan Arisan di Halteng Belum Ditahan

4. Jangan Meremehkan Orang yang Lemah

Fir’aun memiliki kekuatan militer dan kekuasaan yang besar. Ia merasa mampu mempertahankan kekuasaannya dengan menekan orang-orang yang berada di bawah kekuasaannya.

Namun, Al-Qur’an justru menunjukkan bahwa orang-orang yang dianggap lemah oleh Fir’aun kemudian mendapatkan pertolongan Allah SWT.

Dalam Surah Al-Qashash ayat 5, Allah SWT berfirman,

وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ ٱلْوَٰرِثِينَ

No More Posts Available.

No more pages to load.