Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi Spanyol sepanjang laga. La Roja melepaskan 20 tembakan dengan 12 mengarah ke gawang, sedangkan Argentina hanya mencatat dua percobaan tanpa satu pun tepat sasaran.
Spanyol juga menguasai permainan melalui 845 operan dengan 765 operan akurat, hampir dua kali lipat dibanding Argentina yang hanya membukukan 433 operan.
Meski demikian, De la Fuente mengakui timnya sempat frustrasi menghadapi performa gemilang kiper Argentina, Emiliano “Dibu” Martínez, yang berkali-kali menggagalkan peluang emas Spanyol.
“Pertandingan ini sebenarnya bisa kami menangkan lebih cepat. Penyelamatan-penyelamatan luar biasa dari Dibu Martínez membuat kami tidak mampu unggul lebih awal dengan margin yang lebih nyaman,” katanya.
Menang karena Tidak Takut Menderita
Pelatih yang mempersembahkan gelar dunia kedua bagi Spanyol itu menegaskan, final Piala Dunia selalu menuntut pengorbanan hingga detik terakhir. Meski Argentina harus bermain dengan 10 orang pada penghujung waktu normal, Spanyol tetap harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106.
“Ini adalah final Piala Dunia. Bahkan ketika lawan bermain dengan 10 pemain di akhir pertandingan, kami tetap harus berjuang dan siap menderita hingga peluit panjang dibunyikan,” ujarnya.









