Mahram dan Muhrim Bukan Istilah yang Sama, Ini Perbedaannya

oleh -51 views

Masih merujuk dari buku Haram Tapi Bukan Mahram, di samping mahram yang bersifat selamanya, ada juga perempuan yang haram dinikahi tetapi bersifat sementara (bukan selamanya/mahram mu’aqqat), seperti adik dari istri (ipar) atau bibi dari istri.

Adik istri dan bibi istri tidak boleh untuk dinikahi sementara waktu karena seorang pria dilarang memadu mereka bersama istrinya. Namun, bila istri tersebut meninggal dunia atau telah resmi diceraikan, maka barulah suami boleh menikahi adik atau bibi dari mantan istrinya tersebut.

Dengan demikian, perbedaan antara mahram dan muhrim terletak sepenuhnya pada esensi artinya. Mahram adalah wanita yang haram dinikahi, baik untuk selamanya maupun sementara waktu karena alasan syar’i. Muhrim adalah orang yang sedang melaksanakan ibadah ihram, baik dalam prosesi haji maupun umrah.

Baca Juga  Propam Polda Maluku Tak Temukan Bukti Dugaan Hilangnya Barang Bukti Narkotika di Polres Buru

Dengan penjelasan ini, semoga ke depannya tak ada lagi masyarakat yang salah dalam memaknai serta menempatkan konteks kedua kata ini dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahu a’lam.

sumber: detikhikmah

No More Posts Available.

No more pages to load.