“Nusaniwe dan Leitimur Selatan memiliki potensi alam dan potensi pariwisata yang luar biasa dan belum dikelola dengan maksimalkan oleh pemerintah kota saat ini, karena itu ketika saatnya saya dipercayakan masyarakat Kota Ambon maka ini menjadi perhatian utama saya termasuk yang lainya, termasuk masalah pembangunan infrastruktur jalan, jembatan yang layak dan penyediaan sarana dan prasarana transportasi yang baik”, ujarnya.
“Apalagi Kota Ambon telah ditetapkan sebagai Kota Musik Dunia. Sebagai musisi saya tahu apa yang mesti saya lakukan diantaranya harus dibangun sekolah musik dan gedung teater berskala nasional sehingga output-nya bisa menjawab namanya kota musik dunia. Kita harus bangga karena kota Ambon ini unik, dibilang unik karena memiliki masyarakat yang banyak suku dan bahasa yang mesti dimanfaatkan demi dan guna kemajuan kota Ambon”, tambahnya.
Sapulette mencontohkan untuk menjawab tantangan sebagai Kota Musik Dunia maka lagu-lagu yang dinyanyikan bukan saja bernuasa khas Ambon, tapi mesti diselingi dengan lagu-lagu dari daerah lain yang juga mereka adalah warga kota Ambon.
Bukan saja itu, Sapulete juga memiliki komitmen kuat untuk melestarikan dan mengembangkan adat budaya yang ada di Kota Ambon berdasarkan sistim adat yang ada warisan para leluhur.




