Foto bernuansa vintage dirias dengan manis oleh seniman Rusia, Olga Shirnia. Nyatanya, foto eksotis nan estetik itu menyimpan kisah panjang yang cukup menggemparkan dunia.
Sosok di balik foto tersebut ialah Mata Hari. Seorang wanita yang dieksekusi mati oleh regu tembak Prancis karena tuduhan menjadi spionase selama berkecamuknya Perang Dunia I.
Nama aslinya adalah Margaretha Geertruida Zelle. Ia lahir di Leeuwarden, Belanda, dari pasangan Adam Zelle dan istri pertamanya yang merupakan Indo (keturunan Belanda-Jawa), Antje van der Meulen.
Zelle (nama kecil Mata Hari) dibesarkan oleh keluarga pedagang yang kaya. “Tetapi kekayaannya menurun ketika dia berusia tiga belas tahun,” tulis Nom de Plume kepada History of Yesterday.
Ia menulis dalam sebuah artikel berjudul Mata Hari: How a Housewife Became a Glamorous and Notorious Spy yang terbit pada 30 Oktober 2020.
Kemalangan menghampiri Zelle. “Ayahnya bangkrut dan orang tuanya bercerai. Dua tahun kemudian, ibunya meninggal dan keluarganya berantakan,” imbuhnya.
Meskipun ayahnya menikah lagi pada tahun 1893, Zelle memilih untuk tinggal jauh dari rumah. Ia memilih tinggal dengan ayah baptisnya di Sneek, kemudian pindah dengan pamannya di Den Haag.









