Mau Masuk Blok Masela, ini Risiko Tinggi yang Intai Pertamina

oleh -305 views
Foto: Blok Masela (Dok.Reuters)

Porostimur.com, Jakarta – PT Pertamina (Persero) dengan dalam proses negosiasi terkait dengan pengambil alihan hak partisipasi atau Participating Interest (PI) 35% milik Shell di Blok Masela. Namun, pengambil alihan PI tersebut dinilai bisa merugikan Pertamina lantaran belum ada kepastian pembeli gas dari Blok migas raksasa itu.

Praktisi minyak dan gas bumi (migas) Hadi Ismoyo menilai, masuknya Pertamina ke dalam pengelolaan Blok Masela sah-sah saja apabila merupakan sebuah penugasan dari pemerintah. Namun, hal tersebut menjadi kurang tepat jika itu dilakukan karena murni aksi korporasi.

“Untuk rencana pengembangan (PoD) Gas Development, kalau belum ada GSA dengan pihak buyer gas itu sangat high risk karena potensi project bisa delay, delay and delay. Setiap delay dalam satuan waktu IRR Project akan semakin tergerus,” ungkap Hadi melansir CNBC Indonesia, Sabtu (10/6/2023).

Baca Juga  Dana BOK Belum Cair, Pegawai dan Honorer Puskesmas Gotowasi Mengeluh

Menurut Hadi, Pertamina akan dua kali kerja jika tetap ingin mengakuisisi hak partisipasi Shell di Blok Masela sebesar 35%. Pasalnya, perusahaan migas pelat merah ini juga harus memastikan dari sisi technical feasible sekaligus mendevelop buyer gas dengan finalisasi GSA dengan pihak buyer.

“Hanya 35%, tidak punya control dalam voting right. Apalagi konsorsium. Namun berbagi risk itu perlu. Kalau tujuannya untuk mengontrol Masela, sulit juga karena voting right minimal 51% atau lebih,” kata dia.

No More Posts Available.

No more pages to load.