Rakyat tentu bertanya. Jika program yang diperuntukkan bagi anak-anak saja masih bisa dijadikan bancakan, bagaimana dengan program-program lainnya?
Yang lebih berbahaya adalah munculnya kesan bahwa skandal tersebut bukan sekadar kesalahan individu, melainkan cermin dari tata kelola yang lemah. Dan ketika tata kelola yang lemah dipertahankan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya anggaran negara, melainkan kredibilitas presiden sendiri.
Belum reda kemarahan publik atas MBG, masyarakat kembali dihadapkan pada kenaikan harga Pertamax yang menyentuh Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Bagi kelompok menengah yang selama ini menjadi penopang konsumsi nasional, kenaikan ini bukan sekadar angka. Ia menjadi simbol bahwa biaya hidup terus meningkat sementara pendapatan masyarakat tidak bertumbuh pada kecepatan yang sama.
Di saat yang sama, komunikasi publik pemerintah justru sering kali gagal menangkap kegelisahan rakyat. Alih-alih menghadirkan empati, banyak pernyataan pejabat yang justru memicu gelombang kritik baru. Di era media sosial, satu kalimat yang dianggap meremehkan kesulitan rakyat dapat menghancurkan ratusan jam kerja tim komunikasi pemerintah.
Akibatnya, setiap kebijakan pemerintah tidak lagi diterima sebagai solusi, melainkan dicurigai sebagai masalah baru.









