Jadi, meskipun Sherly menjadi gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, dia bukanlah Kartini seperti polesan sebuah media online tanah air dengan judul mentereng “Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Sosok Kartini di Panggung Politik”.
Karena Sherly adalah gubernur yang hari-hari ini dikungkungi polemik, mulai dari utang Dana Bagi Hasil (DBH), penggunaan hotel miliknya untuk kegiatan dan rapat pemerintah, hingga langkahnya menunjuk mantan napi koruptor dan tim suksesnya menjadi Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD).
Jadi membandingkan Kartini dengan Sherly, itu ibarat membandingkan kurma dan lemong cina, gak Apple to Apple. Perbedaan di antara keduanya sungguh sangat jauh, sejauh langit dan sumur bor. Kira-kira begitu.
Selamat Hari Kartini, 21 April 2025. (*)









