Dalam konteks ini, Prabowo terlihat sudah melakukan komunikasi secara personal dengan beberapa ketua umum partai koalisi, melalui berbagai kesempatan buka puasa bersama.
Saat konferensi pers di acara Peringatan Nuzul Quran dan Buka Puasa Bersama DPP Golkar, meski tidak disampaikan secara terbuka, Airlangga mengaku sudah menyampaikan kontribusi partainya dalam pemenangan Prabowo-Gibran.
Komunikasi tersebut tentu bermaksud memberikan penegasan tentang permintaan minimal lima kursi menteri yang pernah diutarakan sebelumnya.
Meski kabinet Prabowo-Gibran baru akan efektif bekerja di medio Oktober 2024 nanti (pascapelantikan), namun publik terlihat sudah ramai membincangkan hal itu.
Kini, publik tentu menunggu ramuan kabinet Prabowo dan bagaimana proses komunikasi yang dilakukannya guna membentuk kabinet idealnya.
Ramuan kabinet yang tepat akan sangat menentukan jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran lima tahun ke depan, terciptanya stabilitas politik, iklim investasi terjamin, yang ujungnya tentu akselarasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, sebagaimana yang digaungkan selama ini. Semoga!
sumber: kompas.com











