Kerentanan Selat Hormuz adalah alasan utama mengapa semua mitra regional AS menentang intervensi militer di Iran.
Iran juga dapat mengacaukan jalur pelayaran Laut Merah melalui proksi Houthi-nya.
Hal ini dapat berdampak pada perdagangan global dan keamanan energi, sehingga melibatkan seluruh dunia dalam konflik tersebut.
Tak hanya itu, Iran juga memiliki sarana militer yang cukup besar untuk menimbulkan kerugian bagi AS dan Israel.
Arsenal Militer Iran
Arsenal militer terbesar Iran adalah kemampuan rudal dan drone-nya.
Iran memiliki persenjataan rudal balistik dan bahkan hipersonik yang tangguh, selain drone jarak jauh yang mematikan.
Selama perang 12 hari dengan Israel, Teheran meluncurkan lebih dari 500 rudal ke arah Israel, banyak di antaranya melewati sistem pertahanan udara berlapis canggih Israel dan menghantam wilayah Zionis.
Iran bahkan dapat menyerang pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
AS telah mengerahkan lebih dari 40.000 tentara ke wilayah itu, yang ditempatkan di hampir 18 pangkalan militer.
“Iran memiliki kemampuan untuk menghentikan produksi energi di wilayah tersebut kapan pun mereka mau. Iran dapat menyebabkan kerusakan dahsyat pada pangkalan militer AS, yang dapat mengakibatkan kematian ratusan atau bahkan ribuan tentara Amerika. Dan Iran dapat melakukan serangan yang menentukan terhadap Israel yang akan melemahkan kemampuan Israel untuk bertahan hidup dan membuat tanah tersebut tidak layak huni bagi jutaan penduduknya,” kata Scott Ritter, mantan inspektur senjata PBB dan perwira intelijen Korps Marinir AS.









