Rudal-rudal Iran menimbulkan ancaman, termasuk Shahab-3 dan Kheibar Shekan dengan jangkauan sekitar 2.000 kilometer dan hulu ledak yang dilaporkan memiliki berat antara 700 dan 1.000 kilogram bahan peledak.
Rudal Fattah 1 dan Fattah 2 Iran diklaim mencapai kemampuan hipersonik, dengan kemampuan manuver aerodinamis yang tajam, dan hulu ledak sekitar setengah ton.
Seri Sejjil digambarkan sebagai rudal balistik berbahan bakar padat dua tahap yang dirancang untuk peluncuran dengan peringatan singkat dari bunker, dengan hulu ledak yang dilaporkan berkisar antara 500 hingga 1.000 kilogram bahan peledak.
Rudal Khorramshahr, menurut laporan Iran, membawa hulu ledak yang sangat berat, rata-rata sekitar 1.500 kilogram, dan dianggap sebagai salah satu rudal paling akurat dalam persenjataan Iran.
Iran bahkan memiliki rudal jelajah seperti Kh-55: senjata berkemampuan nuklir yang diluncurkan dari udara (hingga 3.000 km), dan rudal anti-kapal canggih Khalid Farzh (sekitar 300 km), yang mampu membawa hulu ledak 1.000 kg.
Lebih lanjut, Iran memiliki ribuan drone Shahed jarak jauh, yang telah digunakan oleh Rusia melawan Ukraina, dan seri drone Mohajer.
Menurut Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS), kekuatan rudal Iran mengimbangi kekuatan udaranya yang lemah dengan memungkinkan serangan jarak jauh melalui rudal balistik jarak pendek dan menengah, rudal jelajah serangan darat, dan kendaraan udara tak berawak (UAV).









