Mengapa Iran Sangat Sulit untuk Ditaklukkan Meski Dikeroyok AS dan Israel? Ini Analisisnya

oleh -1,149 views
Para pakar membeberkan beberapa faktor penyebab Iran sangat sulit untuk ditaklukkan meski AS dan Israel bergabung melakukan serangan keroyokan. Foto/Screenshot video BBC

Georg Spöttle, seorang analis keamanan Hongaria, memperingatkan bahwa Washington mungkin memilih “serangan udara peringatan” tetapi harus menghindari perang panjang yang tidak akan diterima oleh publik AS.

Pertanyaannya adalah, mengapa—meskipun terdapat perbedaan kemampuan militer yang tidak proporsional, ekonomi yang sedang sekarat, dan rezim yang sangat tidak populer—Teheran masih menghadirkan tantangan yang tangguh bagi kekuatan gabungan AS-Israel?

Sebenarnya, kombinasi faktor geografis, geopolitik, dan militer menjadikan Teheran sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan.

Faktor Geografis yang Menguntungkan Iran

Iran terletak sangat dekat dengan Selat Hormuz, jalur air penting yang sangat krusial bagi pasokan minyak dunia. Kebutuhan minyak hampir seperlima populasi dunia melewati Selat Hormuz.

Jika terjadi konflik militer, Iran dapat dengan mudah menutupnya. Ancaman ini telah diulang-ulang oleh otoritas politik dan militer Iran selama bertahun-tahun.

Baca Juga  Kasus Pencabulan Anak di Sula Masuk Tahap Penuntutan, Tersangka Diserahkan ke Kejaksaan

Penutupan Selat Hormuz dapat dicapai melalui penggunaan ranjau laut, rudal jelajah, sistem pertahanan pantai, dan kapal cepat.

Selain itu, negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Irak juga bergantung pada Selat Hormuz untuk memasok minyak dan gas mereka kepada para pelanggan.

No More Posts Available.

No more pages to load.