Di saat itulah, Musa merasa sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan. Tapi tiada lagi tempat mengadu, tidak ada keluarga, tidak ada pekerjaan, tidak mungkin kembali ke Mesir dalam waktu dekat. Di saat itulah, Musa merasa sangat butuh pertolongan Tuhannya. Di bawah teduh pepohonan, beliau berdoa,
فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Musa memberi minum ternak itu untuk menolong kedua wanita itu, kemudian dia duduk di tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku “. (QS. Al-Qashas: 24).
Gayung pun bersambut, seusai doa Allah hilangkan keresahan Musa, setahap demi setahap. Datanglah salah satu diantara wanita yang ditolong Musa, menawarkan kepada Musa agar mampir ke rumahnya. Menemui ayah sang gadis.
(1). Allah berikan jaminan keamanan kepada Musa, dengan Allah kumpulkan beliau bersama orang soleh (ayah si gadis).
(2). Si ayah menikahkan Musa dengan salah satu putrinya.
(3). Musa mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal yang aman di kota Madyan.
(4). Musa mendapatkan tongkat yang akan menjadi mukjizatnya.
(5). Musa diajak oleh Allah untuk menuju lembah penuh berkah, lembah Tuwa.
(6). Di lembah ini, Allah berbicara langsung dengan Musa menjadikannya sebagai Nabi.
(7). Musa mendapatkan banyak Mukjizat untuk melawan Firaun.
(8). Allah mengangkat saudara Musa, Harun, sebagai Nabi, yang akan membantu Musa dalam berdakwah.
(9). Allah memenangkan Musa dan Firaun ditenggelamkan di laut merah.









