Mengapa Pengungsi Eritrea Mengamuk di Israel? Berikut 4 Alasannya

oleh -7 Dilihat
Pengungsi Eritrea mengganggu keamanan dan ketertiban di Israel. Foto/Reuters

Sekitar 25.000 pengungsi Afrika diyakini tinggal di Israel, sebagian besar berasal dari Sudan dan Eritrea.

Namun Israel hanya mengakui jumlah pencari suaka yang sah dalam jumlah yang sangat terbatas, dan menganggap mereka sebagian besar adalah migran ekonomi yang harus meninggalkan negaranya.

2. Bentrok Pendukung dan Oposisi Pemerintah Eritrea

Mengapa Pengungsi Eritrea Mengamuk di Israel? Berikut 4 Alasannya

Foto/Reuters

Bentrokan terjadi pada hari Minggu ketika kedutaan Eritrea di Israel mengadakan acara untuk memperingati 30 tahun kemerdekaan.

Kritikus terhadap pemerintah Afwerki melihatnya sebagai upaya kurang ajar untuk merayakan pemerintahan diktator, sehingga ratusan orang datang ke tempat tersebut.

Mereka dilaporkan menerobos penghalang polisi karena petugas tampaknya tidak siap menghadapi jumlah besar tersebut, dan video menunjukkan jendela polisi dan mobil lain pecah serta kerusakan pada toko-toko terdekat. Tempat tersebut juga dirusak dengan kursi dan meja hancur.

Baca Juga  Bupati Kepulauan Sula Gelar Maulid Nabi, Pererat Silaturahmi Keluarga Besar Sula-Taliabu

Warga Eritrea yang hadir dalam acara tersebut untuk mendukung pemerintah Afwerki berkelahi dengan para pengunjuk rasa. Rekaman online menunjukkan para pendukung memukuli pengunjuk rasa dengan pentungan dan melemparkan batu.

“Tidak ada lagi diktator,” para pengunjuk rasa terlihat meneriakkan video di media sosial.

“Mengapa kami lari dari negara kami? Karena diktator ini. Mengapa mereka merayakannya di sini hari ini? Mengapa polisi Israel memberi mereka izin untuk merayakan diktator ini?” salah satu pengunjuk rasa bertanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.