Mengapa Vladimir Putin Telah Kalah Dalam Perang ini

oleh -195 views
Link Banner

Oleh: Yuval Noah Harari, Sejarawan dan penulis Sapiens: A Brief History of Humankind

RUSIA mungkin belum menaklukkan Ukraina. Tetapi orang Ukraina telah menunjukkan dalam beberapa hari terakhir bahwa mereka tidak akan membiarkan Rusia berkuasa di negeri mereka.

Peperangan masih berusia kurang dari seminggu, tapi tampaknya semakin besar kemungkinan bahwa Vladimir Putin menuju kekalahan bersejarah. Dia mungkin memenangkan semua pertempuran tetapi masih kalah perang. Impian Putin untuk membangun kembali kekaisaran Rusia selalu didasarkan pada kebohongan bahwa Ukraina bukanlah negara yang nyata, bahwa Ukraina bukanlah bangsa yang nyata, dan bahwa penduduk Kyiv, Kharkiv, dan Lviv mendambakan pemerintahan Moskow. Itu bohong besar – Ukraina adalah negara dengan sejarah lebih dari seribu tahun, dan Kyiv sudah menjadi kota metropolis besar ketika Moskow bahkan sebuah desa saja bukan. Tapi Putin si lalim Rusia ini telah mengatakan kebohongannya berkali-kali sehingga dia sendiri tampaknya mempercayainya.

Saat merencanakan invasinya ke Ukraina, Putin dapat mengandalkan banyak fakta yang sudah jamak diketahui. Dia tahu bahwa secara militer Rusia jauh lebih besar dari militer Ukraina. Dia tahu bahwa NATO tidak akan mengirim pasukan untuk membantu Ukraina. Dia tahu bahwa ketergantungan Eropa pada minyak dan gas Rusia akan membuat negara-negara seperti Jerman ragu untuk menjatuhkan sanksi keras. Berdasarkan fakta ini, rencana Putin adalah untuk memukul Ukraina dengan keras dan cepat, menjatuhkan pemerintahnya, mendirikan rezim boneka di Kyiv, dan menyingkirkan sanksi barat.

Tapi ada satu hal besar yang tidak diketahui tentang rencana ini. Seperti yang dipelajari Amerika di Irak dan Soviet di Afghanistan, jauh lebih mudah untuk menaklukkan suatu negara daripada mempertahankan kekuasaan di sana. Putin tahu dia memiliki kekuatan untuk menaklukkan Ukraina. Tapi apakah rakyat Ukraina akan menerima rezim boneka Moskow? Putin bertaruh bahwa mereka akan melakukannya. Lagi pula, seperti yang berulang kali dia jelaskan kepada siapa pun yang mau mendengarkan, Ukraina bukanlah negara yang nyata, dan orang Ukraina bukanlah orang yang nyata. Pada tahun 2014, orang-orang di Krimea hampir tidak melawan penjajah Rusia. Mengapa 2022 harus berbeda?

Baca Juga  Yebba Hadirkan Single Barunya, ‘All I Ever Wanted’ & Rilis Album “Dawn”

Dengan berlalunya hari, semakin jelas bahwa pertaruhan Putin gagal. Rakyat Ukraina melawan dengan sepenuh hati , memenangkan kekaguman dari seluruh dunia – dan memenangkan perang. Banyak hari gelap terbentang di depan. Rusia mungkin masih menaklukkan seluruh Ukraina. Tetapi untuk memenangkan perang, Rusia harus menguasai Ukraina, dan mereka dapat melakukannya hanya jika rakyat Ukraina mengizinkannya. Hal ini tampaknya semakin tidak mungkin terjadi.

Setiap tank Rusia yang dihancurkan dan setiap tentara Rusia yang terbunuh meningkatkan keberanian Ukraina untuk melawan. Dan setiap pembunuhan Ukraina memperdalam kebencian Ukraina terhadap penjajah. Kebencian adalah emosi yang paling buruk. Tetapi bagi bangsa-bangsa yang tertindas, kebencian adalah harta terpendam. Terkubur jauh di lubuk hati, dapat menopang perlawanan selama beberapa generasi. Untuk membangun kembali kekaisaran Rusia, Putin membutuhkan kemenangan yang relatif tidak berdarah yang akan mengarah pada pendudukan yang relatif tanpa kebencian. Dengan menumpahkan lebih banyak darah Ukraina, Putin memastikan mimpinya tidak akan pernah terwujud. Bukan nama Mikhail Gorbachev yang tertulis di sertifikat kematian kekaisaran Rusia: tapi nama Putin. Gorbachev membuat orang Rusia dan Ukraina merasa seperti saudara kandung; Putin telah mengubah mereka menjadi musuh Rusia, dan malah memastikan negeri Ukraina mendefiniskan diri sebagai musuh Rusia.

Bangsa pada akhirnya dibangun di atas cerita. Setiap hari yang berlalu menambahkan lebih banyak cerita yang akan diceritakan oleh orang Ukraina tidak hanya di hari-hari kelam di masa depan, tetapi juga dalam beberapa dekade dan generasi yang akan datang. Presiden yang menolak meninggalkan ibu kota, mengatakan kepada AS bahwa dia membutuhkan amunisi, bukan tumpangan ; para prajurit dari Pulau Ular yang menyuruh kapal perang Rusia “go fuck yourself!”; warga sipil yang mencoba menghentikan tank Rusia dengan duduk di jalan mereka . Ini adalah kisah-kisah yang menjadi dasar dibangunnya sebuah nation, sebuah negara. Dalam jangka panjang, cerita-cerita ini lebih bernilai dari sekadar barisan panser dan tank.

Baca Juga  Kontraktor Kabur, Renovasi Gedung DPRD Maluku Tak Rampung

Putin si lalim Rusia dan siapa pun harus tahu ini. Sebagai seorang anak, Putin dibesarkan dengan kisah cerita kekejaman Jerman dan keberanian Rusia dalam pengepungan Leningrad. Dia sekarang memproduksi cerita serupa, tetapi malah memerankan dirinya sebagai Hitler.

Kisah-kisah keberanian Ukraina memberikan tekad tidak hanya kepada orang-orang Ukraina, tetapi juga kepada seluruh dunia. Mereka memberikan keberanian kepada pemerintah negara-negara Eropa, kepada pemerintah AS, dan bahkan kepada warga Rusia yang tertindas. Jika Ukraina berani menghentikan tank dengan tangan kosong, pemerintah Jerman bisa berani memasok mereka dengan rudal anti-tank, pemerintah AS bisa berani memotong Rusia dari Swift, dan warga Rusia bisa berani menunjukkan penentangan mereka terhadap perang yang tidak masuk akal ini.

Baca Juga  Kasus PDAM Ambon, Kejati masih jadwalkan pemanggilan saksi

Kita semua bisa terinspirasi untuk berani melakukan sesuatu, entah itu berdonasi, menyambut pengungsi, atau membantu perjuangan secara online. Perang di Ukraina akan membentuk masa depan seluruh dunia. Jika tirani dan agresi dibiarkan menang, kita semua akan menanggung akibatnya. Tidak ada gunanya tetap menjadi pengamat. Saatnya untuk berdiri dan diperhitungkan.

Sayangnya, perang ini kemungkinan akan berlangsung lama. Mengambil bentuk yang berbeda, mungkin berlanjut selama bertahun-tahun. Tetapi masalah yang paling penting telah diputuskan. Beberapa hari terakhir telah membuktikan kepada seluruh dunia bahwa Ukraina adalah negara yang sangat nyata, bahwa orang-orang Ukraina adalah orang yang sangat nyata, dan bahwa mereka pasti tidak ingin hidup di bawah kekaisaran Rusia yang baru. Pertanyaan utama yang dibiarkan terbuka adalah berapa lama pesan ini bisa menembus dinding tebal Kremlin. (*)

(Sumber: The Guardian 28 Februari)

No More Posts Available.

No more pages to load.