Mengenang Sang Guru Komunikasi

oleh -4 Dilihat

Bagi saya, Dr. Helmi adalah satu-satunya dosen ilmu komunikasi yang memiliki kemampuan yang sangat mumpuni dalam bidang jurnalistik utamanya tentang teknik penulisan berita. Membaca berita hasil karyanya sangat enak, membuka wawasan, dan mengalir secara epik. Sebagai mahasiswanya, saya kenal betul dosen yang satu ini. Pengetahuannya tentang teori-teori komunikasi tak tertandingi. Hampir semua teori dalam Ilmu Komunikasi ia menguasainya. Mulai dari teori komunikasi antar pribadi, budaya hingga komunikasi massa. Karena kemampuannya itu, dia sering diundang dalam dialog-dialog bergensi di ruang publik Maluku Utara, mulai dari politik hingga masalah sosial lainnya.

Berkat kasih sayangnya kepada saya, pada pertengahan 2011, Dr. Helmi menelepon saya, setelah menanyakan kabar dan pekerjaan, ia langsung mengajukan pertanyaan serius dengan suara khasnya” Hasan, kapan selesai kuliah, apa masalahnya, kan ente sudah ujian proposal. Pokoknya besok ente ke kampus dulu, selesaikan kuliah baru balik lagi?”. Saya hanya bisa mengiyakan sambil mencari alasan yang tepat untuk minta izin ke pemimpin redaksi. Dengan dibantu Dr. Helmi, saya diizinkan kembali ke Ternate untuk selesaikan kuliah.

Baca Juga  Blokade Tambang Antam di Mabapura Masuk Jilid III, Warga Tuntut 1 Persen Penjualan Nikel

Setelah tiba di Ternate, saya berjibaku menyelesaikan skripsi, saya memilih metode kualitatif kajian kepustakaan, hanya fokus mengutak-atik sejumlah buku sebagai referensi. Saya mengambil judul : Pesan Perjuangan dalam Puisi – Puisi Chairil Anwar, Pendekatan Semiotika. Saya dibimbing Pak Fahmi Alhadar, Dosen sastra Unkhair dan Dr. Thamrin Husain. Singkatnya, saya mengikuti ujian dan dinyatakan lulus.

No More Posts Available.

No more pages to load.