Hari berikutnya, kondisi tubuhnya menurun. Jantungnya tak bekerja normal. Hingga pada suatu saat, jantungnya tiba tiba berhenti berdetak. Aku begitu cemas, pikiranku sudah kemana-mana. Dokter segera bekerja untuk mengembalikan detak jantungnya. Hasilnya nihil. Dia telah meninggal dunia.
Aku menangis sejadi-jadinya. Luruh bagai daun yang jatuh dari tangkainya. Aku telah kehilangannya. Aku kehilangan separuh hatiku. Aku harus mengikhlaskan segala kehendak Tuhan, meskipun aku tak mampu mengikhlaskan kepergiannya. Selamat jalan Reza, kelak nanti semoga Tuhan berbaik hati mempertemukan kita kembali.
Tamat









