“Setiap hari Jumat Wali Kota Ambon bertemu langsung untuk menerima aspirasi dan keluhan masyarakat kota Ambon. Jadi kami mengimbau agar para sopir bisa langsung menyatakan sikap ke Wali Kota Ambon,” katanya.
Silooy menjelaskan, tingkat kepadatan penduduk Kota Ambon sekarang ini, sangat tinggi sehingga pemerintah mencoba untuk mengubah rekayasa trayek sekitar terminal, karena banyaknya kemacetan yang timbul.
Silooy berharap para supir angkot sabar untuk pelaksnaan ini, karena ini merupakan uji coba rekayasa trayek untuk kelancaran bersama.
“Pelaksnaan rekayasa trayek ini masih dalam tahap uji coba, apakah dapat terlaksana dengan lancar atau dapat menimbulkan kemacetan sehingga pelaksnaan uji coba ini, perlu dukungan para supir angkot, karena pemerintah kota juga pasti memperhatikan kesejahteraan para supir angkot. Aspirasi ini kami akan sampaikan kepada wali kota sehingga ada solusi untuk trayek angkutan kota,” tuturnya.
Silooy menambahkan, dinas perhubungan sudah melakukan rekayasa trayek sehingga tingkat kemacetan di dalam kota Ambon tidak terjadi lagi. Rekayasa trayek angkot ini sudah kami survei sedemikian rupa agar tidak menimbulkan kemacetan.
“Sehingga kami harapkan kepada para sopir Angkot untuk memahami pengaturan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon,” tutupnya. (Nicolas)










