Militerasi Besar-besaran Tanah Papua

oleh -87 views

Timika menjadi kota penting bagi militer Indonesia karena dari disinilah komando operasi militer itu dikendalikan. Di kota ini juga ada markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) 3. Letjen TNI Lucky Avianto disamping menjadi Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema juga menjadi Pangkogabwilhan 3.

Biasanya dua jabatan ini dipisah. Sebelum menjadi Pangdam XXIV/Mandala Trikora, yaitu Kodam yang baru saja dibentuk tahun lalu, Lucky adalah juga Pangkoops Habema. Dia masih berbintang dua (Mayjen) ketika itu.

Akhir pekan lalu, saya dan Redaktur Pelaksana Project Multatuli (PM) menulis hasil penelitian kami soal tentara-tentara Bawah Komando Operasi (BKO) di Tanah Papua. Tentara BKO artinya tentara yang ditugaskan di luar wilayah dan kesatuan asalnya dan berada dibawah komando tempat tugasnya yang baru.

Baca Juga  Hancurkan Tuan Rumah AS 4-1, Belgia Tantang Spanyol di Perempatfinal

Dalam temuan kami, ada 17.780 personel TNI BKO di wilayah ini. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari sebelum Prabowo Subianto berkuasa. Jumlah tentara BKO ini menambah 56.517 personel yang secara organik sudah ada di Tanah Papua. Sehingga, ada sekitar 74.297 personel militer di wilayah yang pada 2026 ini berpenduduk hanya 5,9 juta orang ini.

Jumlah ini belum termasuk kepolisian. Dari data kami, hingga akhir 2025 ada 28.899 personel Polri di Papua. Jumlah ini akan bertambah terus karena Tanah Papua dibelah-belah menjadi enam provinsi dan setiap provinsi harus memiliki Kepolisian Daerah (Polda) dan unit-unit turunannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.