Bagi umat Katolik Paroki Namar, monumen tersebut diharapkan menjadi simbol pelayanan kasih sekaligus ruang refleksi mengenai iman, pendidikan, pengabdian dan kepedulian terhadap sesama.
Patung 5 Meter Berdiri di Atas Pedestal 3 Meter
Berdasarkan desain yang telah disiapkan, kawasan monumen memiliki diameter sekitar 10 meter. Patung Pater Yohanes Kusters SJ dirancang setinggi lima meter dan akan berdiri di atas pedestal setinggi tiga meter.
Dengan demikian, keseluruhan monumen diperkirakan mencapai sekitar delapan meter.
Patung direncanakan menggunakan material perunggu (bronze), sedangkan pedestal dibangun menggunakan beton dengan penyelesaian batu alam.
Kawasan di sekeliling monumen juga akan ditata dengan tanaman hias dan paving. Sejumlah fasilitas pendukung disiapkan untuk membuat kawasan tersebut lebih terbuka dan nyaman bagi masyarakat.
Di antaranya air mancur, lampu taman, bangku serta jalur pedestrian.
Penataan tersebut membuat monumen tidak hanya berfungsi sebagai penanda sejarah. Kawasan ini juga diharapkan dapat menjadi ruang publik tempat masyarakat mengenal perjalanan hidup dan keteladanan tokoh yang dikenang.
Bukan Sekadar Dikenang, tetapi Dihidupkan
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara memandang sejarah dan keteladanan tokoh yang pernah memberikan pelayanan kepada masyarakat perlu terus diperkenalkan, terutama kepada generasi muda.









