MPL Sinode GPM Gelar Persidangan Ke-44

oleh -317 views

Selanjutnya, Ketua Panitia, Body Davidz, mengatakan bahwa ini adalah rangkaian panjang untuk umat Tuhan di Pulau Kisar untuk menerima kembali para pekerja Tuhan di GPM ini setelah 30 tahun yang lalu peristiwa yang sama ini terjadi.

“Ini bentuk penyertaan Tuhan. Kehadiran seluruh MPH dan tamu undangan memberikan Pulau ini akan diberkati,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari laman sinodegpm.id.

Davidz menjelaskan, dalam proses panitia mempersiapkan kebutuhan, baik dan juga pembangunan-pembangunan fisik, panitia bahkan klasis ini telah merasakan kasih Tuhan sehingga dimampukan untuk menatalayani tanggung jawab yang diemban.

Persidangan ini  diikuti oleh MPH, MP, perwakilan dari 34 klasis, Direktur, Kepala Bagian, Unit-Unit Kerja,  tim dan komisi, PHBG, serta BPA GPM.

Ketua Sinode Pendeta E.T.Maspaitella dalam pidatonya mengatakan, identitas GPM mampu memelihara keutuhan bangsa di dalam keragamannya. Itulah sebabnya GPM membangun Indonesia sebagai suatu entitas teologi, sebagai bangsa yang merdeka atas berkat rahmat TUHAN.

Baca Juga  DPR Dorong Bank Maluku Malut Perkuat Pembiayaan UMKM

Mengenai Indonesia dan Keindonesiaan, Ia  hendak memakai dua momentum muncul dan berkembangnya teologi kebangsaan yang terjadi dalam sejarah GPM. Salah satunya Pendeta Daniel Zwingly Wutwensa, Ketua Klasis Wetar di waktu itu, menulis sebuah Artikel yang diterbitkan dalam Buku Delapan Dekade GPM Menanam, Menyiram, Bertumbuh dan Berbuah, mengedepankan “Teologi Batas Negara” sebagai bentuk kesadaran teologi orang-orang MBD tentang pembangunan kesejahteraan karena mereka akan terus melihat kemajuan-kemajuan di Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi tetangga Maluku, sambil mengikuti dinamika kemajuan di Timor Leste dan Australia sebagai negara tetangga.

No More Posts Available.

No more pages to load.